penerjemah bahasa Korea Indonesia

Penerjemah Bahasa Korea Indonesia

Anindyatrans adalah penyedia jasa penerjemah dan interpreter Korean - Indonesia - Inggris. Seiring dengan semakin banyaknya produk Korea yang dijual di Indonesia khususnya produk berteknologi tinggi seperti smartphone, produk kesehatan dan otomotif maka Anindyatrans mencoba memenuhi permintaan dari banyak perusahaan asing akan penerjemah Korea -Indonesia - Inggris seperti Samsung, Lejel Home Shopping dan Hyundai untuk menerjemahkan perjanjian kerjasama perusahaan tersebut dengan vendor perusahaan Indonesia dari Korea atau Inggris ke Indonesia atau sebaliknya.


Namun ada fakta menarik bahwa hingga saat ini kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia tidak memiliki penerjemah resmi sehingga bila ada permintaan untuk jasa penerjemah maka hanya dilakukan oleh penerjemah biasa yang kemudian hasil terjemahannya akan disahkan oleh kedutaan Korea Selatan dihadapan penerjemah tersebut. Anindyatrans sebagai penyedia jasa penerjemah Hangul Indonesia memiliki pengalaman dalam 2 tahun terakhir sebagai vendor dari perusahaan tersebut diatas dipercaya menerjemahkan banyak perjanjian hukum dari Korean language ke Indonesia atau sebaliknya. Bersama artikel ini Anindyatrans sebagai penyedia jasa penerjemah berharap pemerintah Indonesia dapat mengeluarkan ijin untuk penyedia jasa penerjemah karena kami seringkali mendapat keluhan dari klien yang ingin mengurus dokumen resmi mereka ke kedutaan Korea Selatan.
Hangul serumpun dengan bahasa Mandarin dan Jepang karena 3 negara tersebut saling berbatasan sehingga banyak huruf dan kalimat yang mirip atau serupa.
Bahasa Korea adalah bahasa yang paling luas digunakan di Korea, dan merupakan bahasa resmi Korea Selatan dan Korea Utara. Bahasa ini juga dituturkan secara luas di Yanbian di Cina timur laut. Secara keseluruhan terdapat sekitar 78 juta penutur Hangul di seluruh dunia termasuk kelompok-kelompok besar di Uni Soviet, AS, Kanada dan Jepang. Klasifikasi resmi Hangul masih belum disetujui secara universal, namun dianggap oleh banyak orang sebagai bahasa isolat. Beberapa ahli bahasa memasukkannya ke dalam kelompok bahasa Altaik. Hangul juga banyak mirip dengan bahasa Jepang yang status kekerabatannya juga kurang jelas.

Sistem penulisan Hangul merupakan sistem yang silabik dan fonetik. Aksara-aksara Sino-Korea (Hanja) juga digunakan untuk menulis Hangul. Walaupun kata-kata yang paling umum digunakan merupakan Hangul, lebih dari 70% kosakata Hangul terdiri dari kata-kata yang dibentuk dari Hanja atau diambil dari bahasa Mandarin. Huruf ini dikenalkan oleh Raja Sejong pada abad ke-15, dikenal sebagai Hunmin Jeongeum. Namun istilah Hangul baru dikenal pada permulaan abad ke-20. Setelah Hangeul digunakan pun, Hanja masih tetap dipakai, sedang Hangeul dipakai oleh orang-orang tidak berpendidikan, wanita dan anak-anak.
Namun pada perkembangannya, Hangeul makin banyak digunakan bahkan pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, penggunaan Hangeul dan Hanja seimbang. Namun kini, Hanja hanya dijumpai pada tulisan-tulisan akademik dan resmi, sedangkan hampir semua papan nama, jalan, petunjuk, bahkan tulisan-tulisan informal ditulis dalam Hangul yang pada dasarnya memiliki dialek-dialek yang saling bertalian satu sama lain. Setiap wilayah dapat memahami dialek lainnya, kecuali dialek Pulau Jeju yang dianggap kurang bisa dimengerti dari dialek-dialek provinsi lainnya (dikutip dari Wikipedia)